Pengumuman
Konsep dan tujuan diet planet
The diet planet ini adalah model makanan berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah yang berupaya untuk mempromosikan pola makan yang sehat dan, pada saat yang sama, berkelanjutan.
Asal usulnya muncul sebagai respons terhadap krisis lingkungan dan masalah kesehatan yang terkait dengan makanan tradisional, sehingga mendorong perubahan kebiasaan yang mendesak.
Pengumuman
Diet ini bertujuan untuk menyeimbangkan kesejahteraan manusia dan perlindungan lingkungan untuk menghasilkan dampak positif pada planet dan penghuninya.
Definisi dan asal ilmiah
Diet planet, atau “climatarian”, dikembangkan oleh Komisi EAT-Lancet untuk menetapkan pedoman diet yang mengurangi kerusakan lingkungan.
Pengumuman
Dasar ilmiahnya menganalisis jejak ekologis berbagai makanan, mendorong konsumsi tanaman yang lebih besar, dan asupan produk yang lebih rendah dengan jejak yang tinggi.
Pendekatan ini membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dari produksi pangan, mempercepat perjuangan melawan perubahan iklim.
Ini adalah model yang mengintegrasikan kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan untuk mencapai sistem pangan yang lebih bertanggung jawab dan seimbang.
Tujuan lingkungan dan kesehatan
Diet planet berusaha untuk mengurangi emisi global yang disebabkan oleh makanan, yang mewakili sekitar sepertiga dari gas yang mencemari.
Mendorong konsumsi makanan lokal, musiman, organik rendah daging merah dan susu untuk mengurangi jejak lingkungan.
Dalam kesehatan, telah ditunjukkan bahwa diet ini mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, kanker dan kematian dini hingga 30%.
Penerapannya secara massal dapat mencegah jutaan kematian setiap tahunnya dan mengurangi kejadian penyakit kronis, sehingga mendorong masa depan yang lebih sehat bagi semua orang.
Prinsip diet dari diet planet
The diet planet menekankan konsumsi makanan yang memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah, mengutamakan tanaman dan produk yang berkelanjutan.
Mempromosikan pola makan seimbang yang melindungi kesehatan manusia dan sumber daya alam planet ini.
Prinsip-prinsip ini memandu pemilihan pangan untuk mencapai sistem pangan yang adil dan layak secara ekologis.
Makanan yang direkomendasikan dan asal usulnya
Disarankan untuk meningkatkan asupan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, kacang-kacangan dan biji-bijian, sebaiknya diproduksi secara organik.
Asal lokal dan musiman adalah kunci untuk mengurangi jejak karbon dan mendukung sistem pertanian berkelanjutan.
Konsumsi ikan berkelanjutan dalam jumlah sedang juga merupakan bagian dari panduan ini, yang mempromosikan ekosistem laut yang sehat.
Pilihan-pilihan ini berkontribusi terhadap keanekaragaman hayati dan meningkatkan kualitas nutrisi makanan.
Makanan untuk mengurangi atau menghindari
Disarankan untuk secara drastis membatasi daging merah dan produk susu, yang menghasilkan jejak lingkungan yang tinggi dan berdampak pada kesehatan.
Selain itu, disarankan untuk menghindari makanan ultra-olahan dan gula tambahan, yang membahayakan kesehatan dan lingkungan.
Mengurangi makanan ini membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencegah masalah kesehatan kronis.
Pendekatan ini mempromosikan diet yang lebih alami dan sadar lingkungan.
Pentingnya produksi lokal dan musiman
Mengkonsumsi produk lokal dan musiman mengurangi emisi yang terkait dengan transportasi dan penyimpanan berpendingin.
Praktik ini memperkuat ekonomi lokal dan mengurangi limbah, berkontribusi terhadap keberlanjutan pangan global.
Produksi yang selaras dengan siklus alam menghormati ekosistem dan menjamin pangan yang lebih segar dan bergizi.
Fakta menarik
Limbah makanan bertanggung jawab atas 10% emisi gas rumah kaca global, dan pengurangannya sangatlah penting.
Dampak lingkungan dari sistem pangan saat ini
Sistem pangan global memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perubahan iklim, dan bertanggung jawab atas sepertiga emisi gas rumah kaca global.
Emisi ini terutama berasal dari produksi hewan, penggunaan pupuk dan praktik pertanian intensif, sehingga membahayakan kesehatan planet.
Transformasi sistem pangan sangat penting untuk mengurangi dampak lingkungan dan menjamin masa depan yang berkelanjutan.
Emisi gas rumah kaca
Produksi dan konsumsi pangan saat ini menghasilkan sekitar 30% gas rumah kaca di seluruh dunia.
Daging merah dan produk susu memiliki dampak lingkungan yang sangat tinggi karena pelepasan metana dan penggunaan yang intensif sumber daya.
Mengadopsi pola makan nabati secara signifikan mengurangi emisi ini, sehingga mendukung mitigasi perubahan iklim.
Dengan demikian, diet planet berusaha untuk mengurangi ketergantungan pada makanan dengan jejak tinggi untuk melindungi keseimbangan iklim.
Pengurangan limbah dan transportasi
Limbah makanan menyumbang sekitar 10% emisi global, menjadikannya sumber polusi yang dapat dihindari.
Makanan yang tidak dikonsumsi berakhir di tempat pembuangan sampah yang menghasilkan gas yang mencemari, sehingga mengurangi limbah sangat penting untuk keberlanjutan.
Di sisi lain, memprioritaskan produk lokal dan musiman mengurangi emisi yang terkait dengan transportasi dan pendinginan.
Tindakan gabungan ini memperkuat perekonomian lokal dan meminimalkan jejak ekologis sistem pangan.
Manfaat kesehatan dan keberlanjutan
Pola makan di planet ini menawarkan manfaat komprehensif, meningkatkan kesehatan individu, dan mendorong kelestarian lingkungan dengan menerapkan kebiasaan makan yang bertanggung jawab.
Dengan memilih makanan nabati dan praktik berkelanjutan, Anda menciptakan siklus baik yang melindungi manusia dan planet ini.
Pendekatan ini merupakan peluang untuk mengurangi beban penyakit sekaligus mengurangi dampak lingkungan global.
Pengurangan risiko penyakit dan kematian
Mengikuti diet planet mengurangi risiko kematian dini yang terkait dengan penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular dan kanker hingga 30%.
Termasuk buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu mencegah diagnosis kesehatan yang penting.
Selain itu, diet ini membantu mengendalikan masalah yang berkembang seperti diabetes dan obesitas, mempromosikan kualitas hidup yang lebih tinggi.
Kontribusi terhadap perlindungan lingkungan
Mengadopsi pola makan planet membantu mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh industri makanan, yang merupakan kunci dalam perjuangan melawan perubahan iklim.
Preferensi terhadap makanan lokal musiman dengan jejak ekologis yang lebih kecil melindungi keanekaragaman hayati, tanah, dan kualitas air.
Dengan mengurangi limbah makanan dan konsumsi produk dengan dampak lingkungan yang tinggi, pola makan ini mendorong sistem pangan yang lebih adil dan berkelanjutan.





